A.
Judul
Skripsi
“PENGARUH
KREATIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN AKUNTANSI KELAS XI IPS 1
SMA PASUNDAN RANCAEKEK”
B. Latar Belakang Masalah
Pendidikan
adalah aspek universal yang selalu dan harus ada dalam kehidupan manusia. Tanpa
pendidikan, ia tidak akan pernah berkembang dan berkebudayaan. Disamping itu,
kehidupannya juga akan menjadi statis tanpa ada kemajuan, bahkan bisa jadi akan
mengalami kemunduran dan kepunahan. Oleh karena itu, menjadi fakta yang tak
terbantahkan bahwa pendidikan adalah sesuau yang niscaya dalam kehidupannya.
Sekolah merupakan lembaga formal yang berfungsi membantu
khususnya orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka.
Sekolah memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada anak didiknya
secara lengkap sesuai dengan yang mereka butuhkan. Dalam hal
ini, guru adalah aktor utama (disamping orang tua dan elemen lainnya)
kesuksesan pendidikan yang dicanangkan. Tanpa keterlibatan aktif guru,
pendidikan kosong tanpa materi, esensi dan subtansi. Secanggih apapun
kurikulum, visi misi dan kekuatan financial, sepanjang gurunya pasif dan
stagnan, maka kualitas lembaga pendidikan akan merosot tajam. Sebaliknya,
selemah dan sejelek apapun sebuah kurikulum, visi misi dan kekuatan finansial,
jika gurunya inovatif, progresif, dan produktif, maka kualitas lembaga
pendidikan akan maju pesat. Lebih-lebih jika system yang baik ditunjang dengan
kualitas guru yang kreatif, maka kualitas lembaga pendidikan semakin dahsyat.
Di sinilah
letak stategis guru dalam dunia pendidikan. Karena itu, tidak ada pilihan lain,
guru-guru yang ada harus mampu memposisikan diri sebagai guru yang ideal dan
inovatif serta kreatif, yakni guru-guru yang mampu menyesuaikan diri dengan
tuntutan zaman yang kian maju dan kompetitif, mempunyai kekuatan spiritual,
intelektual, emosional, dan social yang tinggi serta kreatif dalam melakukan
terobosan dan pembaruan yang kontinu dan konsisten.
Fakta yang
ada menunjukkan, banyak guru di negeri ini tidak sesuai dengan harapan diatas.
Mereka belum mencerminkan sebagai guru ideal dan kreatif serta inovatif yang
siap mendidik siswa dengan profesionalisme dan optimisme yang dapat menunjang
atau berpengaruh pada prestasi belajar siswa.
Dewasa ini
pendidikan dipandang sebagai suatu aktifitas yang bersifat antisipatoris,
akatifitas yang ada diarahkan untuk menyongsong perkembangan-perkembangan yang
diperhitungkan akan terjadi di masa depan.
Dalam proses
belajar dan mengajar, kreatifitas dalam pembelajaran merupakan bagian dari
suatu system yang tak terpisahkan denga terdidik dan pendidik. Peranan
kreatifitas guru tidak sekedar membantu proses belajar mengajar dengan mencakup
satu aspek dalam diri manusia saja, akan tetapi mencakup aspek-aspek lainnya
yaitu kognitif, psikomotrik dan afektif. Secara umum kreatifitas guru memiliki
fungsi utama yaitu membantu memyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan
efisien.
Ada beberapa
cara untuk meningkatkan prestasi salah satunya adalah dengan memperhatikan dan
mencermati gaya belajar dan cara belajar yang baik, baik itu dari dalam diri
siswa sendiri maupun dari cara penyampaian materi oleh guru.
Oleh karena itu,
muncullah sebuah gagasan dalam upaya peningkatan hasil prestasi belajar siswa dengan meningkatkan kreativitas guru dalam proses belajar
mengajar agar dapat memberikan solusi dan suasana baru yang
menarik dalam pembelajaran akuntansi sehingga memberikan pemahaman inovatif dan
menekankan keaktifan siswa, diharapakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Berdasarkan uraian yang telah
diuraikan di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : “PENGARUH KREATIVITAS GURU DALAM
PROSES BELAJAR MENGAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN
AKUNTANSI KELAS XI IPS 1 SMA PASUNDAN RANCAEKEK”
C. Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
1.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
uraian latar belakang di atas, permasalahan yang penulis identifikasi dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.
Bagaimana
kreativitas guru dalam mata pelajaran akuntansi kelas IX IPS 1 SMA Pasundan
Rancaekek ?
b.
Apakah
kreativitas guru dalam memanfaatkan media belajar dapat meningkatkan hasil prestasi
belajar pada kelas XI IPS 1 semester 2 di SMA Pasundan Rancaekek?
c.
Berapa
besar pengaruh kreativitas guru pada prestasi belajar siswa dalam mata
pelajaran akuntansi kelas XI IPS 1 SMA Pasundan Rancaekek ?
2.
Batasan
Masalah
Penelitian ini dibatasi pada
kemampuan penulis, yakni:
a. Kemampuan
penulis yang diteliti adalah kemampuan kreativitas guru dalam melakukan kegiatan proses
belajar mengajar.
b.
Kemampuan guru meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran
akuntansi pada kelas XI IPS 1 semester 2
di SMA Pasundan Rancaekek.
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan
masalah yang sudah penulis uraikan, penelitian ini bertujuan untuk :
a. Mendeskripsikan
pelaksanaan proses belajar
mengajar yang kreatif dalam pembelajaran akuntansi di SMA Pasundan Rancaekek kelas XI IPS 1.
b. Mengungkapkan
sejauh mana pengaruh kreativitas
guru terhadap prestasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar akuntansi di
kelas XI IPS 1 SMA Pasundan Rancaekek.
E.
Manfaat
Penelitian
Setelah berbagai
masalah diatas diperoleh jawabannya, maka diharapkan hasil penulisan ini
bermanfaat, antara lain:
a. Manfaat
secara praktis
1)
Bagi
Penulis
Sebagai alat mempraktekkan
teori-teori yang telah diperoleh selama di bangku kuliah sehingga penulis dapat
menambah pengetahuan secara praktis tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh
guru dan sekolah.
2)
Bagi Siswa
a.
Siswa
dapat meningkatkan hasil nilai belajar
b.
Dapat
menumbuh kembangkan motivasi belajar dalam diri siswa.
c.
Menjadikan
belajar merupakan hal yang menyenangkan bagi siswa.
3)
Bagi
Guru
Hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan inovasi tehnik pembelajaran akuntansi kepada guru
peneliti dan guru lainnya dalam upaya peningkatan kualitas pembelajarannya.
a) Bagi
Pihak sekolah
Dapat digunakan sebagai cara
dalam membangun kreativitas penyampaian materi dalam proses belajar mengajar
akuntansi.
A. Kerangka Pemikiran
Proses
pembelajaran dalam pendidikan memegang peranan penting untuk menambah ilmu pengetahuan, keterampilan dan penerapan konsep diri. Keberhasilan proses pembelajaran
dalam dunia pendidikan dapat tercermin dari
peningkatan
mutu lulusan yang dihasilkannya. Untuk itu perlu adanya peran aktif seluruh komponen pendidikan
terutama siswa yang berfungsi sebagai input
sekaligus
calon output dan guru sebagai fasilitator. Dalam proses belajar mengajar guru diharapkan mampu memanfaatkan
potensi yang dimiliki oleh siswa untuk
dapat
digunakan dalam belajar. Fungsi fasilitator akan berhasil jika dalam merancang proses belajar mengajar
dilakukan berdasarkan langkah-langkah yang
sistematis
dan baik yang memungkinkan terjadinya penyempurnaan terhadap tujuan, bahan, ataupun strategi
belajar mengajar melalui proses umpan balik yang diperoleh
dari hasil evaluasi.
Oleh
karena itu tujuan pendidikan nasional di Indonesia menurut Sisdiknas (UU NO. 20/2003), menyatakan bahwa :
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi
peserta didiknya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan
YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga
Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Menurut
Barron (2009:21) “kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan atau
menciptakan sesuatu yang baru”. Lalu menurut haefele (Munandar, 2009:21)
“kreativitas adalah kemampuan yang membuat kombinasi baru yang mempunyai makna social”.
Dari definisi-definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah
kemampuan membuat hal baru dari sesuatu yang telah ada sebelumnya dan diakui
memiliki makna.
Faktor-faktor yang
mempengaruhi Kreativitas di Kelas
Beberapa
faktor yang mempengaruhi kreativitas di kelas (Starko, 1995 : 323-324) adalah
sebagai berikut:
ü Kondisi bahan. Siswa lebih
dimungkinkan untuk menghasilkan respons lancar dalam suatu lingkungan
stimulus-kaya daripada stimuli-jelek (Fiedman, Raymond, & Feldhusen, 1978;
Mohan, 1971). Mereka kurang dimungkinkan untuk menghasilkan respons kreatif
jika mereka diiterupsi dari suatu aktivitas (Elkind, Deblinger, & Adler,
1970).
ü Petunjuk bahan. Siswa lebih
dimungkinkan untuk memberikan respons asli jika mereka bercerita respons asli
yang ditentukan.
ü Tipe bahan stimuli. Skor pada tes
kreativitas dipengaruhi oleh tipe stimuli di mana siswa respons.
Beberapa siswa lebih dipengaruhi daripada siswa lain dengan variasi
dalam petunjuk. Siswa yang diidentifikasi sebagai berbakat atau sangat kreatif.
Prestasi
belajar adalah hasil yang dicapai oleh seseorang setelah ia melakukan perubahan
belajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Pendapat
Collin Marsh (1996:10) yang menyatakan bahwa guru harus memiliki kompetensi
mengajar, memotivasi peserta didik, membuat model intruksional, mengelola
kelas, berkomunikasi, merencanakan pembelajaran, dan mengevaluasi. Semua
kompeten tersebut mendukung keberhasilan guru dalam mengajar.
Guru yang
kreatif akan dapat menangkap peluang itu dan membuatnya menjadi guru produktif.
Selalu saja ada ide-ide segar yang membuatnya menemukan system pembelajaran
dengan berbagai model. Bahkan, dia mampu membuat media pembelajarannya sendiri
untuk membantu para peserta didiknya menerima materi pelajaran dengan baik.
Pemeblajaran harus menjadi sebuah aktivitas yang berfokus pada siswa dan bukan
pada guru yang terlalu dominan di kelas.
Para guru
harus memiliki ilmu edupreneurship yang membuatnya terlatih menjadi guru yang
kreatif dan produktif. Kreatif bukan ilmu yang bisa dipelajari tapi sesuatu
yang bisa dilatih dengan mulai dari yang sederhana.
Keterangan
:
X = Kreativitas Guru
Y = Prestasi belajar siswa
B.
Asumsi
Asumsi menurut Paul Leedy dalam practical Research, merupakan hal yang penting untuk ditetapkan.
Asumsi adalah kondisi yang ditetapkan sehingga jangkauan penelitian/ riset
jelas batasnya. Asumsi juga bisa merupakan batasan sistem di mana kita
melakukan penelitian/ riset.
Di dalam penelitian, asumsi/ anggapan dasar sangat
perlu untuk dirumuskan secara jelas sebelum melangkah mengumpulkan data.
Perlunya peneliti merumuskan asumsi/ snggapan dasar anatara lain:
1)
Agar ada dasar berpijak yang kokoh bagi
masalah yang sedang diteliti.
2)
Untuk mempertegas variabel yang menjadi
pusat perhatian.
3)
Guna menentukan dan merumuskan
hipotesis.
Dari
penjelasan diatas penulis menetapkan asumsi sebagai berikut:
1)
Guru merupakan jabatan atau profesi yang
memerlukan keahlian khusus. (Moh. Uzer Usman, 2009:5).
2)
Belajar adalah kewajiban setiap orang,
hampir semua kecakapan, keterampilan, pengetahuan, kebiasaan, kegemaran dan
sikap manusia terbentuk, dimodifikasi dan berkembang karena belajar.
(Syamsulbachri Asep,2006:27).
3)
Kebiasaan belajar adalah menunjukkan
setiap perilaku individu dalam belajar.
4)
Prestasi belajar adalah tingkah laku
yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian,
baik fisik seperti perubahan dan pengertian pemecahan suatu masalah atau
berfikir keterampilan, kecakapan, kebiasaan atau sikap. (Ngalim
Purwanto,2002:85 ).
C.
Hipotesis
Hipotesis adalah kumpulan sementara atas masalah
penelitian. Menurut Prof. Dr. Suharsimi Arikuntoro dalam bukunya ‘Prosedur
penenlitian Suatu pemdekatan Praktek’, hipotesis dapat diartikan sebagai suatu
jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai
terbukti melalui data yang terkumpul.
Hipotesis
dalam suatu penelitian sangat penting untuk memandu penelitian. Manfaatnya
dapat dirinci sebagai berikut:
1.
Memberikan
arah yang tegas bagi perumusan tujuan penelitian
2.
Membantu
menentukan arah yang harus ditempuh bagi pembatasan ruang lingup penelitian
3.
Membantu
mengarahkan metodologi atau cara-cara kerja mengumpulkan data. Pengolahan data
serta analisisnya
4.
Mencegah
terjadinya suatu penelitian yang tak terarah dan menghindarkan cara pengumpulan
data yang tak relevan dengan masalah yang diteliti
Sesuai
dengan kerangka pemikiran yang telah diuraikan sebelumnya, maka akan
dikemukakan suatu hipotesis sebagai suatu respon awal dilakukannya penelitian
ini yaitu : “Upaya
Peningkatan Prestasi Belajar Melalui Kreativitas Guru Dalam Proses Belajar
Apabila Dilaksanakan dengan Baik Dan Benar Serta Inovatif Maka Akan Berpengaruh
Positif dan Signifikan Terhadap Hasil Atau Prestasi Belajar Siswa Dalam Mata
Pelajaran Akuntansi Kelas XI IPS 1 SMA Pasundan Rancaekek”.
I.
Definisi
Operasional
Definisi
operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang
didefinisikan yang dapat diamati. Secara tidak langsung definisi operasional
itu akan menunjuk alat pengambil data yang cocok digunakan atau mengacu pada
bagaimana mengukur suatu variabel. Definisi
operasional ini dimaksudkan untuk memberikan kejelasan makna serta penegasan
istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok yang terkandung dalam
penelitian.
Maka
penulis mendefinisikan
konsep-konsep pokok yang terkandung dalam penelitian sebagai berikut :
1.
Pemahaman
Suatu kesepakatan pendapat, penyesuaian, perbedaan, keselarasan, sesuatu saling
dipahami atau disepakati.
[1]
2.
Model
Pembelajaran
Model pembelajaran diartikan sebagai prosedur
sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan
belajar. Dapat juga diartikan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan
pembelajaran. Jadi, sebenarnya model pembelajaran memiliki arti yang sama
dengan pendekatan, strategi atau metode pembelajaran. Seorang guru diharapkan
memiliki motivasi dan semangat pembaharuan dalam proses pembelajaran yang
dijalaninya. Menurut Sadirman A. M. (2004:165), guru yang kompeten adalah guru
yang mampu mengelola program belajar mengajar. Mengelola disini memiliki arti
yang luas yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu menguasai keterampilan
dasar mengajar, seperti membuka dan menutup pelajaran, menjelaskan, menvariasi
media, bertanya, member penguatan, dan sebagainya, juga bagaimana guru
menerapkan strategi, teori belejar dan pembelajaran dan melaksanakan
pembelajaran yang kondusif dan kreatif.
3.
Kreativitas
Menurut
Slameto (2003:145) bahwa “pada hakikatnya, pengertian kreatif berhubungan
dengan penemuan sesuatu, mengenai hal yang menghasilkan sesuatu yang baru
dengan menggunakan sesuatu yang telah ada”. Selanjutnya, menurut Barron
(2009:21) “kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan
sesuatu yang baru”. Lalu menurut haefele (Munandar, 2009:21) “kreativitas
adalah kemampuan yang membuat kombinasi baru yang mempunyai makna social”. Dari
definisi-definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah
kemampuan membuat hal baru dari sesuatu yang telah ada sebelumnya dan diakui
memiliki makna.
4.
Metodologi
Mengajar
Metodologi
mengajar adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang
tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik
untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan, sehingga proses
belajar berjalan dengan baik dan tujuan pengajaran tercapai.
Agar tujuan
pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik, maka
pendidik perlu mengetahui dan mempelajari beberapa metode mengajar, lalu
mempraktikanpada saat mengajar. Ada beberapa metode mengajar yang perlu
diketahui oleh pendidik.[2]
J.
Metode Penelitian
Singarimbun dan Efendi
(1995:58) mengemukakan “metode penelitian adalah lanjutan logis dari pendekatan
untuk menguji hipotesa, melalui metode pengujian statistik, dengan sumber data
yang diperoleh”.
Adapun metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode penelitian asosiatif kausal. Menurut
Sugiyono (2009:37) dalam bukunya “Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan
R&D”. penelitian asosiatif kausal adalah suatu penelitian yang mencari
hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain yang mempunyai hubungan
sebab akibat.
K. Objek
Penelitian
-
Guru
Guru
merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus. (Moh. Uzer
Usman, 2009:5).
L. Tempat
dan waktu penelitian (jadwal penelitian)
Penulis mencoba melakukan penelitian untuk skripsi
ini di SMA Pasundan
Rancaekek, jalan Dahlia Raya, Bumi Rancaekek Kencana, Rancaekek, Kabupaten
Bandung.
Pada dasarnya penelitian dilakukan untuk mendapatkan
data demi tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti yang bersangkutan. Oleh sebab
itu untuk memperolehnya maka diperlukan adanya suatu cara ilmiah atau yang
lebih dikenal dengan nama metode penelitian.
[1]
http://www.selfknowledge.com

J. Populasi
dan sampel
Populasi
Menurut
Sugiyono (2009:80) dalam bukunya “Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan
R&D” menyatakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri
atas subjek dan objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Memperhatikan
pengertian populasi diatas dapat dikemukakan bahwa populasi penelitian mencakup
peserta didik SMA Pasundan
Rancaekek kelas XI IPS untuk
keperluan pengumpulan data, semua anggota populasi menjadi responden
penelitian.
Sampel
Sampel adalah
sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti (Suharsini
Arikunto,1998:117).
K. Teknik
Pengumpulan data
a.
Angket
atau kuisioner
Angket adalah sejumlah pertanyaan
tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden.
b. Observasi
Observasi adalah kegiatan pemusatan
perhatian terhadap sesuatu obyek menggunakan alat indra.
c.
Wawancara
Wawancara atau interviw yaitu teknik pengumpulan data melalui tatap muka secara
langsung dengan pihak-pihak yang dapat membantu peneliti dalam mengumpulkan
data yang mendukung penelitian ini.
L. Teknik
Pengolahan data
M.
Definisi
Operasional Variabel
Variabel adalah segala sesuatu, menjadi fokus, yang dikaji, ditelaah
dalam penelitian (benda, sifat, nilai, keadaa, kondisi, situasi dan apa saja)
yang menjadi objek penelitian, sesuatu yang bervariasi yang padanya diletakkan
(X,Y).
Suharsimi
Arikunto (1996:99), mengemukakan variable penelitian yaitu variable yang
mempengaruhi atau variable bebas (X) dan variable yang dipengaruhi atau
variable terikat (Y).
1)
Variabel Bebas/independen (Variabel X)
Adalah variabel yang
mempengaruhi variabel terikat dan menjadi penyebab atas sesuatu hal atau timbulnya
masalah lain. Sesuai dengan pengertian tersebut, maka dalam penelitian ini yang
menjadi variabel bebas adalah kreativitas guru dalam proses belajar mengajar. Menurut
Sugiyono (2003:39) variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang
menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat.
Dalam penelitian ini,
hal yang menjadi variable bebas atau variable X dengan indikator-indikatornya
dapat diuraikan sebagai berikut:
|
No
|
Variabel Bebas (X)
|
Indikator
|
|
1.
|
Pengaruh
kreativitas guru dalam proses belajar mengajar
|
Kemampuan guru dalam melaksanakan
pembelajaran yang pro-perubahan aktif, kreatif, inovatif, efektif, dan
menyenangkan,maka akan mempengaruhi terhadap prestasi belajar siswa.
|
2)
Variabel Terikat/Dependen (Variabel Y)
Adalah variabel yang
dipengaruhi oleh variabel bebas. Menurut Sugiyono
(2003:40) variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi
akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel Y dari penelitian ini adalah
Peningkatan hasil belajar siswa di SMA Pasundan Rancaekek, khususnya kelas XI IPS 1.
Dalam
penelitian ini, hal yang menjadi variabel terikat atau variabel Y
indikator-indikatornya dapat diuraikan sebagai berikut:
|
No.
|
Variabel Terikat (Y)
|
Indikator
|
|
1.
|
Prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi
|
Siswa dapat menguasai materi atau
pokok bahasan yang disampaikan guru akuntansi.
Siswa dapat mengembangkan potensi
belajarnya.
Siswa dapat meningkatkan prestasi
belajarnya.
|
N. Rancangan
Uji Hipotesis
a. Hipotesis
yang diajukan
1.
Ho :
Tidak ada pengaruh antara kreativitas
guru akuntansi terhadap prestasi
belajar siswa.
2.
Ha :
Ada pengaruh antara kreativitas
guru akuntansi terhadap prestasi belajar siswa
b. Uji
instrument pengumpulan data
a.
Uji
Validitas
1.
Validitas
Instrumen
Instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang
diinginkan. Instrumen yang valid memiliki validitas yang tinggi. Begitu juga
instrumen yang tidak valid berarti mempunyai validitas yang rendah.
Penelitian ini menggunakan uji validitas dengan menggunakan
Rumus Product Moment.
rxy = 
Keterangan :
rxy : Koefisien korelasi
∑X : Jumlah skor item benar
∑Y : Jumlah skor total
N : Jumlah
subyek yang diteliti
∑
:
Jumlah kuadrat skor item yang benar
∑
:
Jumlah kuadrat skor total
Untuk mengetahui apakah
instrumen valid atau tidak dapat diukur dengan:
a.
Korelasi
dari item-item kuesioner harus kuat dengan peluang kesalahan maksimal 5%
(α=0.05) atau taraf kepercayaan 95%.
b.
Korelasi
harus memiliki nilai atau arah positif yaitu setelah dipilih harga rxy (r
hitung) kemudian dibandingkan dengan r tabel product moment dengan taraf
signifikan 5% atau α=0,05
Apabila rxy (r hitung) > (r
tabel) berarti dapat diambil keputusan bahwa butir instrumen (item pertanyaan) valid.
c. Teknik
Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Regresi Linear
Berganda.
DAFTAR PUSTAKA
W. Gulo. 2002. Strategi BelajarMengajar.
Jakarta: Grasindo.
Asmani, Jamal. 2009. Tips Menjadi
Guru Inspiratif, Kreatif, dan inovatif. Jogjakarta: DIVA Press.
Indriana, Dina. 2011. Mengenal Ragam
Gaya Pembelajaran Efektif. Jogjakarta: DIVA Press.
Slameto. (2003). Belajar
dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sugiyono. 2007. Metode
Penelitian Kuantitatif kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta
Tarko, A. J. (1995). Creativity in the Classroom School of
Curious Delight. New York : Longman Publisher
Tidak ada komentar:
Posting Komentar